Padahal Terbuat dari Susu, Kenapa Yoghurt Memiliki Rasa Asam?

news 2

Yoghurt merupakan makanan yang ditemukan hasil dari penerapan bioteknologi pada bahan makanan, yakni susu. 

Sebagai pengingat, bioteknologi adalah ilmu dan teknologi terapan yang memanfaatkan makhluk hidup untuk memproduksi barang atau jasa yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.

Bersumber dari Healthline, yoghurt termasuk ke dalam jenis makanan yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan osteoporosis. 

Yoghurt adalah produk susu yang dibuat dari fermentasi bakteri pada susu. 

Adapun bakteri yang berperan dalam pembuatan yoghurt antara lain Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus.

Jika yoghurt terbuat dari susu, mengapa rasanya asam, ya? 

Yuk, cari tahu sains unik di balik pembuatan yoghurt dari penjelasan di bawah ini! 

Kenapa Rasanya Asam? 

Bersumber dari foodrepublic.com, susu yang digunakan untuk pembuatan yoghurt adalah susu pasteurisasi.

Pasteurisasi merupakan proses sterilisasi kuman melalui pemanasan pada suhu 60°C–70°C, selama 30 menit. 

Tujuannya untuk memusnahkan bakteri patogen pada susu.

Susu yang sudah mengalami pasteurisasi kemudian difermentasikan dengan bantuan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus.

Dengan bakteri inilah, susu cair yang berbentuk encer akan berubah menjadi yoghurt kental yang lezat. 

Selama proses fermentasi, bakteri akan mengubah gula laktosa yang secara alami ada di dalam susu, menjadi asam laktat. 

Asam laktat merupakan bahan yang menyebabkan susu menjadi mengental dan memunculkan rasa asam alami. 

Saat protein kasein yang ditemukan dalam susu terkena lingkungan yang asam dari bakteri, maka secara alami protein itu akan mengental.

Jadi, alasan kenapa yoghurt yang awalnya terbuat dari susu dapat terasa asam dan kental adalah karena fermentasi yang dibantu bakteri. 

Apa itu Yoghurt Yunani? 

Masih berhubungan dengan pembuatan yoghurt, yoghurt Yunani atau Greek Yoghurt terkenal karena kekentalannya yang tinggi.

Proses pembuatannya melibatkan penyaringan untuk menghilangkan sebagian whey, atau cairan yang terpisah dari yoghurt.

Nah, karena whey dihilangkan, kandungan protein dalam Yoghurt Yunani cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan yoghurt biasa, lo.

Meskipun proses penyaringan mengurangi jumlah whey, Yoghurt Yunani masih merupakan sumber kalsium yang baik. 

Yoghurt Yunani yang diolah secara tradisional akan disaring dalam kantong kain sebanyak tiga kali, hingga teksturnya kental. 

Dengan penyaringan inilah, jumlah laktosa dalam yoghurt Yunani lebih sedikit daripada yoghurt biasa. 

Orang dengan kondisi intoleransi laktosa aman untuk mengonsumsi yoghurt Yunani.